caresheet arboreal lokal

31 Desember 2016           By : MINGCU           Tags: phormingochilus, cyriopagopus, lampropelma, tarantula ungu


·         Jenis: Cyriopagopus sp. Hati hati

Asal: sulawesi, indonesia. Harap tidak melepasnya ke sembarang tempat, karena akan merusak ekosistem, terkecuali ke habitat aslinya, sulawesi.

Tipe: arboreal, namun di captivity sering kali burrower. Karena sulit menemukan lubang pohon yang lembab, maka dia mencari kelembapan ke substrate.

Kelembapan: 70-80 %

·         Jenis: Lampropelma Borneo Black

Asal: kalimantan, indonesia. Harap tidak melepasnya ke sembarang tempat, karena akan merusak ekosistem, terkecuali ke habitat aslinya, kalimantan.

Tipe: arboreal, namun di captivity sering kali burrower. Karena sulit menemukan lubang pohon yang lembab, maka dia mencari kelembapan ke substrate.

Kelembapan: 70-80 %

·         Jenis: Phormingochilus sp. rufus

Asal: Jawa, indonesia. Harap tidak melepasnya ke sembarang tempat, karena akan merusak ekosistem, terkecuali ke habitat aslinya, hutan jawa.

Tipe: arboreal, namun di captivity sering kali burrower. Karena sulit menemukan lubang pohon yang lembab, maka dia mencari kelembapan ke substrate.

Kelembapan: 70-80 %

·         Jenis: Lampropelma violaceopes

Asal: Daerah dekat Sumatra, indonesia. Harap tidak melepasnya ke sembarang tempat, karena akan merusak ekosistem, terkecuali ke habitat aslinya, sumatra.

Tipe: arboreal, namun di captivity sering kali burrower. Karena sulit menemukan lubang pohon yang lembab, maka dia mencari kelembapan ke substrate.

Kelembapan: 70-80 %

·         Jenis: Lampropelma sp sulawesi black

Asal: sulawesi, indonesia. Harap tidak melepasnya ke sembarang tempat, karena akan merusak ekosistem, terkecuali ke habitat aslinya, sulawesi.

Tipe: arboreal, namun di captivity sering kali burrower. Karena sulit menemukan lubang pohon yang lembab, maka dia mencari kelembapan ke substrate.

Kelembapan: 70-80 %

·         Dan masih banyak arboreal lokal yang berkelembapan tinggi lainnya

 




Acuan ukuran kandang:
Tinggi 4 x leg span (panjang kaki depan - kaki belakang)
Lebar dan panjang 2x leg span
Acuan ini hanya kurang lebih saja.


Substrate: cocopeat lembab.
Di awalnya, kalau sudah lembab, tinggal pakai. Kalau kering, cocopeat rendam air. Lalu peras menggunakan kain sampai air tidak menetes. lalu pakai. Dalam pemeliharaannya, wajib misting jika terlihat cocopeat kering. Karena cocopeat tidak boleh sampai kering. Tarantyla indonesia adalah tarantula hutan hujan tropis yang memerlukan kelembapan tinggi, tapi bukan berarti becek. Becek akan menyebabkan tarantula sakit lalu mati. Terlalu kering akan menyebabkan dehidrasi. Kedalaman substrate biasanya ¼ sampai ½ dari ketinggian kandang. Ya, harus cukup tebal.


Setting kandang:
Cocopeat diisi setengah toples. berikan kayu2an untuk manjat2. Jangan ada yang tajam dan kayu harus steril.


Pakan: semasa sling, beri ulat hongkong yang dipencet kpala n perutnya dengan pinset, agar ulat lumpuh namun kaki masih bergerak, hanya tak dapat jalan lagi.


Jika sudah juvi, boleh diberi jangkrik atau kecoak, yang ukurannya tidak lebih besar dari abdomennya. Silahkan ukur dan bandingkan sendiri, bisa kan ya? Hal ini untuk mencegah berbagai kecelakaan dari mangsa (misalkan, digigit oleh mangsa yang lebih besar, atau tarantula dimakan ketika molting oleh jangkrik, dll)

Water dish atau tempat minum di tempat sling tidak disediakan. Sling spray seminggu sekali di dinding saja untuk memberi minum.

Water dish untuk juvi sampai adult disediakan. Water dish sediakan batu yang besar dan steril di dalamnya agar jangkrik dan mangsa lainnya tidak tenggelam. Batu mencuat dari permukaan air agar jangkrik dan kecoak mangsa tidak tenggelam dan meracuni air yang diminum tarantula. Bukan batu kerikil.

 


Artikel Terkait


Produk Terkait